Temu Forum

TEMU FORUM-I ASTA CITA INDONESIA

Jakarta Social ResponsibilityTop Global Cities Based on Smart City & Sustainable Development Goals”

Jakarta, rabu – 11 Februari 2026

Ruang Serbaguna M.H. Thamrin Kompleks Balai Kota Daerah Khusus Jakarta
Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat

Transisi Ibukota Negara dan Bela Negara
 
Sejarah panjang Kota Jakarta “lima abad” yang lalu, dimulai dari sejarah Fatahillah yang dikenal sebagai panglima perang, ulama, dan pemimpin yang mengubah Sunda Kelapa menjadi Jayakarta Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 (kota kemenangan). Perjuangan ini  ditandai dengan semangat yang tidak pernah luntur mempertahankan kedaulatan, mulai dari perlawanan terhadap kolonialisme awal (abad ke-16) hingga keberhasilan mengusir Portugis dimana semangat bela negara bukan hal baru di era modern.
 
Tantangan era digitalisasi adalah serangan terhadap terstruktur pada infrastruktur kritis, pencurian data strategis, dan gangguan layanan publik melalui malwareransomware,atau DDoS. Ancaman ini bertujuan melumpuhkan pemerintahan, ekonomi, dan pertahanan nasional, yang sering kali didalangi oleh aktor negara lain, atau peretas yang terorganisir. Adanya perubahan Undang-Undang Kota Jakarta menjadi Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ)  Nomor 2 Tahun 2024 juga menjadi perhatian utama terkait Pasal 27 ayat 3 UUD 1945: “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara” dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945: “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara” dan UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara.
 
 
Global Cities dan Smart City
Global Cities Index (GCI) 2025 yang dirilis oleh lembaga konsultan internasional Kearney, peringkat Jakarta sebagai kota global naik menjadi posisi ke-71 dunia dari 158 kota metropolitan yang dinilai, naik 3 peringkat dari posisi sebelumnya yaitu 74  dan masih cukup jauh dibandingkan dengan Kota besar lain di dunia. Gubernur Pramono Anung menargetkan Jakarta masuk dalam Top 50 Global Cities Index. Disisi lain  Pemerintah DKJ Jakarta telah meluncurkan Masterplan Smart City 2025–2029 yang berfokus pada transformasi Jakarta menjadi Kota Cerdas Berskala Global. Rencana ini mencakup strategi digital berkelanjutan untuk mendukung peran Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara dimana Jakarta terus meningkatkan posisinya sebagai smart city dengan berkolaborasi bagi semua pemangku kepentingan seperti layanan publik platform aplikasi JAKI (Jakarta Kini) dan platform pencapaian aspirasi sebagai pusat ekonomi digital dunia.
Di satu sisi, tentunya kita patut bangga atas pencapaian dan kontribusi Jakarta terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai daerah khusus berdasarkan undang-undang pemerintahan saat ini memiliki aktivitas ekonomi dengan daya saing digital tertinggi dari 37 Provinsi. DKI Jakarta merupakan kontributor utama perekonomian nasional dengan andil sekitar 16,61% hingga 17% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dimana sektor konstruksi bersama industri pengolahan dan perdagangan, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jakarta, bahkan tumbuh 9,39% pada akhir 2024.
Melalui forum dialog publik ini, kita perlu menelisik dan mengeksplorasi lebih jauh situasi ekosistem digital Kota Jakarta komponen penting pembentuk daya saing digital khususnya Smart City dengan Strategi Geospatial,”

Sustainable Development Goals
Jakarta secara aktif mengejar target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dengan mengintegrasikan prinsip TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) ke dalam RPJMD dan Rencana Aksi Daerah (RAD) 2025–2029.  Melalui Jakarta Smart City dan kolaborasi multi-pihak, kota ini berfokus pada pembangunan inklusif, transportasi umum, pengelolaan banjir, serta peningkatan kualitas hidup yang berkelanjutan.
Tata Kelola & Kolaborasi: Jakarta membentuk Tim Koordinasi TPB/SDGs (Pergub No. 426/2023) yang melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat, serta meraih predikat terbaik pertama pada Indonesia’s SDGs Action Awards 2025.
Lingkungan & Iklim (SDG 13 & 11): Mengutamakan pengurangan emisi melalui pengembangan transportasi umum (kendaraan listrik, MRT/LRT) dan penambahan ruang terbuka hijau (taman/hutan kota).
Inovasi & Teknologi (SDG 9): Melalui Jakarta Smart City, pemerintah menggunakan data dan teknologi untuk menciptakan solusi perkotaan, termasuk pengelolaan limbah dan infrastruktur tangguh.
Sosial & Ekonomi (SDG 1, 5, & 8): Mendorong pemberdayaan perempuan dalam bisnis, program Jakpreneur, serta ketahanan pangan melalui urban farming dan sembako murah untuk menurunkan angka kemiskinan dan inflasi.
Sebagai langkah lebih lanjut dan  Pemerintah Kota Jakarta sendiri telah berupaya mewujudkan pembangunan Kota melalui berbagai kebijakan dan inovasi.
Pertama, pembangunan dalam sektor ekonomi. Pemprov  DKJ Jakarta memajukan sektor ini dengan iklim investasi yang kondusif dan mengoptimalkan potensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan hadirnya perusahan multinasional, BUMN dan Swasta Nasional yang beropesi/berkantor di Jakarta.
Kedua, pembangunan dalam sektor kebutuhan sosial dan budaya. Untuk meningkatkan sektor ini, Pemprov DKJ Jakarta memberikan fasilitasi melalui banyak kegiatan dan revitalisasi berbagai wadah budaya. Terkait inovasi, Pemprov DKJ Jakarta bersama lintas elemen saling berkolaborasi melahirkan berbagai inisiatif baru.
Melalui forum dialog publik ini, juga perlu dikaji sejauh mana  Rencana Aksi Daerah  DKJ dalam Pencapaian SDGs 2030.
Kegiatan ini direncanakan dibuka secara resmi olrh gubenur Pramono Agung Prabowo dan ditutup wakil gubernur Rano Karno dengan mengundang Menteri Dalam Negeri sebagai ky note speacker Sebagai Pusat Perekonomian Nasional Dan Kota Global’ dan Menteri Kebijakan Percepatan Transformasi Digital yang Inklusif, Produktif, Tumbuh, Aman/Terjaga dan  Penguatan Ekosistem Digital’ dan menghadirkan pmbicara utama dari pemerintah DKJ dan Komite ahli forum asta cita indonessia mengupuas tunas.     Masterplan Smart City 2025–2029/Key ISO Smart City Standards dan Stándard Nasional Indonesia, Peluang investasi platform digital dan SDGs dimana dialog ini selain didukung Kesbangpol DKJ Jakarta   juga kerjasama dengan Environment Climate change renewal energy-Srikandi Tani S-T-II
Demikain disampaiikan Iskandar Smbiring sekjend Pimpinan Nasional Forum Asta Cita Indonesia dan juga sebagai Ketua Steering Committee penyelenggaraan dialog “Jakarta Social Responsibility – Top Global Cities Based on Smart City & Sustainable Development Goals.”

Scroll to Top