
Presiden Prabowo Subianto menekankan jumlah orang yang keracunan makanan bergizi gratis ‘hanya’ di bawah satu persen dari total keseluruhan penerima manfaat, yakni 28 ribu dari 60,2 juta. Hingga kini program MBG sudah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat, mulai dari anak usia sekolah hingga ibu hamil. Total porsi makanan yang telah diproduksi dan disalurkan mencapai 4,5 miliar. Meski begitu, Prabowo mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya.
“Kita mengakui terdapat 28 ribu katakanlah penerima manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab,” sorot Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026)
Dari jumlah tersebut, Prabowo menyebut sebagian besar tidak memerlukan perawatan lanjutan. Sebanyak 0,0004 persen di antaranya tidak perlu memerlukan perawatan lebih lanjut, sementara 0,0002 persen lainnya mengalami gejala lebih berat pasca keracunan dan membutuhkan perawatan intensif. Secara keseluruhan, angka kejadian keracunan disebut berada di kisaran 0,0006 persen dari total penerima manfaat.
“(Sebanyak) 28 ribu ini sebagian besar tidak perlu dirawat, hanya sebagian kecil, dan 28 ribu ini dibandingkan 4,5 miliar statistiknya adalah 0,0006 persen, berarti ini adalah 99,9994 persen. Berarti in reality ini harus dikatakan suatu usaha yang berhasil,” kata dia. Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menargetkan tidak ada lagi kasus serupa ke depan
sumber: Detik.com

